Obat Anti Rayap Serbuk Dust Paling Laris di Indonesia !!!

Jual Umpan Rayap Kayu dan Cair Berbentuk Bubuk

Home / OBATRAYAP.ID / Fakta Tentang Rayap / Teknik Memperbaiki Sarang Rayap

Teknik Memperbaiki Sarang Rayap

/
/
5 Views

Saat pertama kali kita melihat sarang rayap, mungkin terlihat telah dibangun tanpa rencana, seolah-olah tumpukan bumi telah ditumpuk secara acak. Tetapi kesan ini tidak bertahan lama, segera menjadi jelas bahwa tumpukan tanah yang tampak acak ini membentuk sarang dengan urutan yang sangat rumit. Bahkan jika semua sarang rayap menyerupai satu sama lain dalam ciri-ciri umumnya, mereka memiliki keragaman tak terbatas dan kelezatan desain Pada setiap tahap pemberian, Anda tidak dapat membayangkan kerumitan yang akan Anda hadapi pada yang berikutnya.

Salah satu ciri rayap pekerja adalah mereka cepat menyelesaikan atau menyesuaikan variasi apa pun dalam rencana konstruksi menjadi struktur keseluruhan. Dalam satu percobaan, lubang kecil dibuat di atap sarang rayap Nasut. Kemudian akan diamati bagaimana kemudian rayap memperbaikinya? Setelah jeda beberapa menit, satu tentara dengan hati-hati muncul dari terowongan, memeriksa sejauh mana kerusakan dengan hati-hati, dan kwmudian masuk kembali kedalam sarang.

Segera beberapa tentara muncul dan mengambil posisi di bagian atas dan bawah dari pembukaan. Hanya hidung runcing mereka dan antena mereka yang bergetar terlihat. Tak berapa lama kemudian datang lebih banyak tentara yang berbaris di sepanjang kedua sisi bagian yang rusak.

Selanjutnya, sekelompok pekerja muncul dan mulai memperbaiki usia bendungan, dimulai di kedua ujungnya. Hanya sekarang dan kemudian ujung sungut rayap pekerja terlihat membawa setetes kotoran besar di tepi terowongan yang rusak, dan segera setelah kepala menekan partikel tanah kecil ke dalam kotoran. Secara sistematis, mereka mulai membangun seperri menyusun batu bata, kerusakan diperbaiki hanya dalam beberapa jam.

Bakat rayap tidak terbatas pada pekerjaan perbaikan. Serangga ini juga memiliki teknologi untuk membuat kertas yang mereka gunakan dalam konstruksi sarang mereka. Mereka menggunakan bubur kertas yang terbuat dari kayu yang telah dikunyah yang dicampur dengan air liur atau kotoran, tidak hanya untuk dinding luar tempat tinggal mereka, tetapi juga untuk pembangunan tempat tinggal, dan tempat penyimpanan mereka, termasuk sel kerajaan dimana terdapat ruangan sang ratu rayap sebagai pusatnya.

Ruang demi ruang yang ada pada sarang merupakan bagian dari sarang rayap, kita bisa melihat kamar ratu dan bagian lain di sekitarnya, deretan kamar-kamar kecil di mana larva dirawat. Di samping ini adalah ruang penyimpanan tempat potongan daun kecil disimpan.

Ruang di mana ratu dan raja hidup adalah antara 15 dan 17 cm (6 hingga 7 inci) panjangnya. Ruangan ini adalah pusat sarang, dengan beberapa celah di dinding sarang tempat pekerja dan rayap tentara dapat datang dan pergi. Tapi bukaan ini terlalu kecil untuk menerima ratu dan raja yang lebih besar. Mereka menghabiskan seluruh hidup mereka di ruangan ini, di mana semua kebutuhan mereka disediakan. Mereka diberi makan melalui mulut ke mulut oleh rayap pekerja yang dapat dengan mudah melewati celah-celah ini. Para pekerja mengambil telur yang diletakkan oleh ratu, membawanya ke lokasi pembibitan larva terdekat dan merawat mereka di sana.

Raja selalu berada di sisi ratu dan menyuburkan telurnya pada saat yang tepat. Salah satu kamar paling menarik di dalam sarang adalah ruang pertanian. Sebuah pertanian yang berada di sebuah gesung pencakar langit didalam struktur bangunan rayap yang megah ini, dimana beberapa ruangan digunakan untuk pertanian.

Di sini daun ekstrak disimpan, dan mereka mulai bercocok tanam didalamnya. Pada malam hari, rayap mengumpulkan dedaunan dan biji dari luar dan menyimpannya di beberapa bagian bawah tanah yang tak terhitung jumlahnya yang telah mereka bangun. Tetapi rayap tidak bisa berdiri diluar ruangan terbuka dan terdapat cahaya. Karena alasan ini, sulit bagi mereka untuk mengumpulkan daun dan potongan-potongan bahan tanaman di tanah terbuka.

Rayap membangun lorong-lorong bawah tanah antara 2 dan 4 meter (6 hingga 13 kaki) dalam, dimana mereka membawa bahan organik ke dalam sarang. Bahan organik ini, digunakan di tempat tanah, terdiri dari daun, ranting dan potongan kayu. Rayap mencampurnya dengan sekresi dan tumbuh jamur di ruang besar yang dirancang khusus. Untuk memastikan produktivitas kebun jamur mereka dan untuk kesehatan koloni secara umum, suhu dan kelembaban di gundukan harus dijaga tetap konstan. Rupanya hal inilah yang membuat pertumbuhan jamur meningkatkan.

Rayap menggunakan bahan organik dari daun yang busuk dan potongan kayu sebagai tanah. Mereka mncampurnya dengan sekresi, mereka menggunakannya untuk menumbuhkan jamur di ruang penyimpanan yang terorganisir secara khusus. suhu di sekitarnya ke titik yang dapat merusak keseimbangan suhu yang dapat tercipta di dalam sarang, peningkatan suhu ini harus dikoreksi dengan segala cara.

Jadi rayap memasang sistem ventilasi untuk mengelola panas yang mereka hasilkan sendiri dan melalui metabolisme jamur di kebun mereka.

😑
☹️
😐
☺️
😍
It is main inner container footer text
error: Mau Copy Ya, Cubit Lho Ya !!
Chat Whatsapp